Minggu, 07 Oktober 2012

Berapakah Batas Waktu Maksimal Memandang Monitor dan Televisi Dalam Sehari?



Departemen Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS baru-baru ini merilis laporan tentang batas waktu maksimal memandang monitor komputer dan juga televisi dalam sehari, yaitu maksimal hanya 2 jam dalam sehari.

Menurut sebuah studi terbaru yang diterbitkan via Journal of Pediatrics, golongan remaja dan anak-anak pada saat ini telah melampaui batas maksimal tersebut hingga 66 persen. Lebih parah lagi, jutaan profesi/pekerjaan mengharuskan para karyawan mereka untuk menghadap monitor komputer selama 8 jam dalam sehari, dan hal tersebut jelas berpotensi besar merusak kesehatan mata mereka.

A Healthier Michigan juga mencatat bahwa ketika seorang pengguna memfokuskan pandangan mereka pada layar dalam jangka waku yang lama, otot-otot kecil dalam mata mereka akan terus berkontraksi, dan hal tersebut mengakibatkan keletihan, kaburnya penglihatan dan juga kesulitan untuk memfokuskan pikiran.

Seseorang umumnya mengedipkan mata antara 12-15 kali per menit, namun ketika berfokus terhadap layar televisi/monitor komputer, frekuensi kedipan mata yang sekaligus berfungsi untuk membasahi bola mata tersebut berkurang menjadi hanya sekitar 4-5 kali per menit, dan berakibat pada keringnya bola mata atau gatal-gatal.

Faktor artificial backlighting yang digunakan di berbagai jenis layar juga mampu membuat pandangan mata mengerut, tergantung pada tingkat brightness dari sebuah layar, serta kemampuan si pengguna untuk mempertahankan tingkat fokus tersebut dalam jangka waktu yang lama.

Menatap sebuah layar juga mampu mengakibatkan gejala sensitivitas pada cahaya, yang mengakibatkan beberapa orang mengalami sindrom Computer Vision Syndrome (CVS), yang meliputi pandangan mata kabur, sakit kepala, dan susah berkonsentrasi. Sindrom CVS tersebut telah menyerang sekitar 150-200 juta orang karyawan di AS, dan menyebabkan peningkatan jumlah penderita gejala rabun jauh sebesar 66 persen di 25 tahun terakhir.

Untuk meminimalisir dampak-dampak tersebut, ada baiknya Anda sering mengistirahatkan mata Anda dengan cara mengalihkan pandangan mata dari monitor sesering mungkin, menggunakan jarak pandang yang tidak terlalu dekat, berkedip sesering mungkin, dan juga menggunakan filter monitor untuk meminimalisir jumlah ekspos cahaya yang ditangkap oleh mata.




sumber: gopego.com

Apa Yang Harus Anda Lakukan Bila Ponsel Terendam Air?





Insiden ponsel terendam air merupakan sebuah insiden yang sudah cukup sering terjadi di kalangan pengguna ponsel, namun apakah Anda pernah mencoba memperbaikinya dengan menggunakan benda-benda yang terdapat di dalam rumah Anda sendiri, tanpa harus ke service center?

Kalau garansi ponsel Anda kebetulan sudah habis, maka ada baiknya Anda mencoba tips-tips berikut ini:

1. Segera lepas baterai dan SIM card dari ponsel, karena hal tersebut bisa mencegah terjadinya korsleting sekaligus mencegah hilangnya data kontak Anda yang tersimpan di SIM card. Semakin lama keduanya tinggal di dalam ponsel, maka semakin besar kemungkinan dari kerusakan yang diderita ponsel Anda.

2. Pastikan bahwa ponsel Anda tidak terkontaminasi oleh air laut, karena kandungan garam dalam air laut sangat berbahaya bagi perangkat elektronik. Namun jika memang ponsel Anda ikut terendam ketika Anda sedang berlibur ke pantai, maka bilaslah ponsel Anda dengan dengan air tawar terlebih dahulu (dengan berhati-hati), baru lepas baterai dan juga SIM card.

3. Segera keringkan ponsel dengan menggunakan handuk atau lap kering, usahakan untuk tidak menggoyang-goyangkannya terlalu keras, karena kandungan air di dalam ponsel Anda bisa jadi malah menyebar ke komponen lain.

4. Cobalah untuk mengeringkannya dengan menggunakan hairdyer atau vacuum cleaner kecil selama beberapa menit untuk menyedot kandingan air di dalam ponsel, lalu letakkan ponsel Anda di tempat dengan sirkulasi udara yang hangat selama beberapa jam (bila memungkinkan).

5. Masukkan ponsel Anda (terpisah dengan baterai) ke dalam toples berisi beras selama 24 jam.
Jika seluruh tahapan tersebut sudah Anda laksanakan, maka berdoalah semoga tidak ada kerusakan yang disebabkan oleh korosi air laut atau korslet listrik. Jika ponsel Anda mampu beroperasi ketika menggunakan charger, namun tidak berfungsi jika menggunakan baterai, maka bersyukurlah karena Anda hanya perlu menggantikannya dengan baterai yang baru saja.






sumber: gopego.com